Penghilang Rasa Sakit Saat Melahirkan

Penghilang Rasa Sakit Saat Melahirkan


Penghilang Rasa Sakit Saat Melahirkan. Ada berbagai macam pilihan penghilang rasa sakit yang bisa Anda pilih saat melahirkan. Setiap metode pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Yuk, cari tahu sebelum Anda menentukan pilihan.

Penghilang Rasa Sakit Saat Melahirkan


Intrathecal Labor Analgesia (ILA)

Cara kerja: Dengan menyuntikkan anestesi ke syaraf punggung bawah. Efeknya bertahan hingga 6-7 jam.
Kelebihan:
  • Obat ini hanya bekerja pada syaraf tidak berpengaruh pada janin, akan dikeluarkan dari tubuh lewat urin.
  • Anda bisa bebas bergerak dan bisa makan atau minum seperti biasa.
Kekurangan: Bila persalinan ternyata berlangsung lebih dari 6-7 jam, Anda harus mengulangi prosedur penyuntikan jika ingin menghilangkan rasa sakit.



Baca juga : Beberapa Penyebab Wanita Sulit Hamil


Pethidine

Cara kerja: Ada dua, yaitu dengan cara disuntikkan ke otot, biasanya di bagian paha atau bokong. Efeknya terasa dalam 2-3 jam. Cara lain adalah lewat infus yang disalurkan ke pembuluh vena. Efeknya langsung terasa dalam beberapa menit.
Kelebihan:
  • Efeknya berlangsung lama bisa sampai 12 jam.
  • Bisa juga dilakukan bila Anda melahirkan dengan metode waterbirth, tapi tidak bisa dilakukan bila Anda merasa mengantuk.
  • Kekurangan:
  • Bisa membuat Anda mengantuk, pusing, mual bahkan muntah.
  • Pethidine bisa masuk ke plasenta dan ASI, bisa menyebabkan bayi kesulitan bernapas saat dilahirkan, terutama bila ternyata proses melahirkan berlangsung kurang dari 2 jam setelah Anda diberikan pethidine.
  • Anda lebih sulit menyusui karena pethidine mempengaruhi refleks rooting dan menghisap bayi.
Baca juga : Ketahui Manfaat Yoga untuk Ibu Hamil 
 

Epidural

Cara kerja: Pertama Anda diinfus menggunakan cairan yang membantu mengatasi penurunan tekanan darah. Lalu epidural disuntikkan ke rongga epidural di bagian bawah tulang punggung. Setelah itu dipasang kateter untuk menyalurkan epidural. Efeknya bertahan hingga 6-7 jam.
Kelebihan:
  • Paling efektif dibanding cara lain dan membantu mengontrol tekanan darah.
  • Bisa digunakan untuk proses melahirkan via cesar dan Anda bisa melihat kelahiran si bayi dan melakukan inisiasi menyusu dini.
  • Jika persalinan ternyata berlangsung lama, penambahan epidural bisa dilakukan dengan mudah, melalui kateter.
Kekurangan:
  • Anda “terikat” di kasur
  • Meningkatkan risiko melahirkan secara cesar
  • Meningkatkan penggunaan forcep atau vacum hingga 3 kali lipat.
  • Sebagian ibu merasakan sakit kepala dan proses melahirkan berlangsung lebih lama.
  • Bila Anda melahirkan secara normal, Anda butuh dipandu saat mendorong karena Anda tidak bisa merasakan kontraksi.

Baca juga : Inilah pengaruhnya jika ibu hamil minum kopi 
 

Gas Entonox

Cara kerja: Dengan menggunakan masker, Anda hirup gas entonox saat merasakan kontraksi hingga kontraksi menghilang. Hanya membutuhkan waktu 35-45 detik untuk merasakan efeknya. Ulangi lagi saat setiap Anda mengalami kontraksi.
Kelebihan:
  • Reaksinya cepat, bisa dirasakan dalam hitungan detik.
  • Gas ini hanya “lewat” saja dalam tubuh, bisa dengan mudah dikeluarkan dari tubuh lewat paru-paru.
  • Mudah digunakan dan pemberian gas dalam kontrol Anda.
Kekurangan:
  • Gas entonox hanyalah penghilang rasa sakit ringan.
  • Anda juga tidak bisa pindah-pindah ruang karena “terikat” dengan alat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel