Hikmah Di Balik Musibah

Hikmah pelajaran rahasia di balik musibah ujian yang Allah berikan pada setiap manusia tentunya bila dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan maka akan memberikan hasil yang baik dan positif bagi tiap manusia.

Musibah dan anugerah adalah dua hal yang tidak akan lepas dari kehidupan setiap manusia. Anjuran agama dalam menyikapi dua hal tersebut tentunya berbeda. Menyikapi musibah adalah dengan kesabaran karena dengan sabar kita berharap dosa-dosa kita diampuni.

Bila kita dikaruniai anugerah kenikmatan maka kita bersyukur, karena dengan bersyukur kita akan menambah kebaikan amalan kita dan juga dengan rasa syukur kita maka Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut dan barang siapa kufur, sesungguhnya azab Allah sangat pedih.

Termasuk di dalamnya adalah bersabar dengan ujian sakit. Baca informasi terkait dengan Hikmah Rahasia Di Balik Sakit.

Untuk itulah manusia dianjurkan untuk merenung dan mengambil pelajaran dari berbagai macam peristiwa yang terjadi. Islam sangat mendorong umatnya untuk menggunakan potensi nikmat yang Allah swt. berikan kepadanya yang berupa penglihatan, pendengaran, hati, panca indra yang lain agar difungsikan untuk merenung hikmah dibalik peristiwa.

Hikmah Di Balik Musibah

Bersabar Menghadapi Ujian Musibah Bencana


Tujuan manfaat adanya ujian musibah sakit bencana yang menimpa manusia tentunya ada sesuatu yang mengandung ibrah pelajaran dan hikmah di dalamnya. Dan tentunya hal tersebut tidaklah mudah bagi kita untuk mencernanya bila tanpa didasari iman dan takwa serta rasa syukur, sabar dan ridho di dalamnya.

Kita ketahui bersama bahwasannya Allah tidak menimpakan memberikan masalah ujian melebihi batas kemampuan manusia itu sendiri. Seseorang yang yakin terhadap Allah SWT, maka ia akan senantiasa menyerahkan segala urusannya kembali pada Allah SWT. Ia ridho atas apa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan berusaha semampunya untuk bangkit.

Demikian, apabila segala upaya sudah dilakukan, telah berlindung juga kepada-Nya, musibah tetap kita jumpai. Maka langkah terbaik menghadapinya adalah dengan menyerahkannya kepada Allah atau disebut dengan istirja’ (mengembalikan kepada-Nya).

Sebagian orang lebih mudah untuk bersyukur tatkala menerima anugerah dan kenikmatan dibandingkan bersabar saat sedang diuji dengan musibah. Banyak orang menjadi putus asa dengan ujian berupa musibah dan memandang musibah adalah sesuatu yang harus dihindari.

Dengan doa, Insya Allah akan menolak musibah yang akan terjadi, namun jika musibah sedang menimpa atau telah menimpa diri kita, kita harus berusaha menyikapi dengan sabar dan mengambil hikmah dibalik musibah tersebut.

Musibah bencana seringkali dipandang sebagai sesuatu yang tidak mengenakkan, sesuatu yang menyedihkan dan lain sebagainya. Namun jika kita renungkan sedikit ternyata banyak hal yang pada mulanya kita anggap sebagai musibah pada akhirnya menjadi sebuah berkah bagi yang mengalaminya.

Hikmah rahasia di balik musibah tersebut ada yang kita sadari, namun banyak juga yang kita lewatkan begitu saja. Ibarat murid disekolah, mereka akan naik kelas setelah lulus ujian, demikian pula Allah akan menguji hamba-Nya yang beriman dan akan mengangkat derajat dengan balasan di dunia dan di akherat.

Cara menyikapi bencana musibah ujian yang Allah berikan kepada kita sebagai muslim tentunya kita kembalikan kepada ajaran syariat agama Islam yaitu Al-Qur'an dan Hadist sunnah-sunnah Rasulullah SAW.

Jenis macam contoh cobaan ujian Allah kepada manusia adalah sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 155-157 yang artinya :
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa
musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’. Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk,"

Berikut beberapa renungan hikmah ketika manusia mendapat ujian dan cobaan dari Allah sebagaimana dilansir dari laman website firanda.com antara lain adalah sebagai berikut :

Yakinlah Semua Manusia Akan Mendapat Ujian

Ada yang diuji dengan kemiskinan, ada yang diuji dengan harta, jabatan, dan kekuasaan, ada yang diuji dengan istri yang berakhlak buru, ada wanita yang diuji dengan suami yangnya buruk akhlak, ada wanita yang diuji dengan mertua yang jahat, ada yang diuji dengan ibunya

Dan masih terlalu banyak ragam bentuk model ujian yang menimpa manusia. Maka anda sebagaimana manusia-manusia yang lain yang juga ditimpa musibah/ujian yang beraneka ragam pula

Sabar Dengan Ujian Musibah Yang Sedang Kita Hadapi

Alhamdulillah anda masih bisa memikulnya. Bisa jadi jika anda diuji dengan ujian yang lain maka anda tidak akan mampu menghadapinya. Yakinlah bahwa tidaklah Allah menguji kecuali dengan ujian yang mampu dihadapi oleh seorang hamba.

Dengan adanya ujian hidup membuat diri kita semakin bersabar. Artinya bahwa Allah memberikan ujian itu ingin melatih kebiasaan kita agar belajar bersabar. Logikanya, dengan seringnya datang ujian meski awalnya sulit namun karena sudah terbiasa.

Dan maka seiring berjalannya waktu kesulitan itu kan sirna bahkan kita pun akan terbiasa menyelesaikan ujian-ujian yang datang kepada diri kita. Sehingga tentunya Allah membuat ujian hidup semata-mata ingin menaikkan derajat kita sebagai manusia dan hamba-Nya agar mencapai derajat sabar

Waspada Hati-Hati Dengan Bisikan Syaitan

Terkadang syaitan membisikkan kepada anda bahwa ujian yang anda hadapi sangatlah berat dan tidak mungkin untuk anda pikul…maka ingatlah bahwa saat ini masih terlalu banyak orang yang diuji dengan ujian yang jauh lebih berat dengan ujian yang sedang anda hadapi

Ujian Musibah Akan Menghapus Dosa Dan Meningkatkan Derajat

Bukankah ujian jika dihadapi dengan kesabaran maka akan menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat??

Ujian Jalan Meraih Ampunan Dan Surga

Bahkan bisa jadi Allah menghendaki anda untuk meraih sebuah tempat yang tinggi di surga yang tidak mungkin anda peroleh dengan hanya sekedar amalan-amalan sholeh anda. Amalan sholeh anda tidak cukup untuk menaikan anda ke tempat tinggi tersebut. Anda tidak akan mampu untuk sampai ke tempat tinggi tersebut kecuali dengan menjalani ujian-ujian yang tidak henti-hentinya untuk mengangkat derajat anda

Musibah Mengingatkan Kita Sebagai Makhluk Yang Lemah

Ingatlah… dengan ujian terkadang kita baru sadar bahwasanya kita ini sangatlah lemah dan selalu butuh kepada Allah Yang Maha Kuasa. Terkadang kita baru mengenal yang namanya khusyu' dalam sholat…kita baru bisa merasakan kerendahan yang disertai deraian air mata maka kita baru bisa merasakan nikmatnya ibadah…tatkala ujian datang…tatkala musibah menerpa.

Menghilangkan Rasa Sombong Ujub

Ingatlah…dengan ujian atau musibah yang menimpa kita terkadang menghilangkan sifat ujub pada diri kita. Karena tatkala kita rajin beribadah dan selalu mendapatkan kenikmatan terkadang timbul ujub dalam diri kita dengan merasa bahwa diri kita hebat selalu beruntung.

Jangan sampai kita salah persepsi dengan menganggap tanda kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah tidak ditimpanya sang hamba dengan musibah. Bahkan perkaranya justru sebaliknya.

Ini sekaligus menunjukkan kelemahan kita sebagai manusia dan mengakui kekuasaan Allah Yang Maha segala-galanya. Allah SWT adalah yang berkuasa di seluruh alam semesta ini. maka dari itu segala apa yang di alam semesta ini merupakan ciptaan Allah SWT. Kekuasaan Allah antara lain disebutkan yang artinya :
"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu," (Q.S. Ath-Thalaq [65] : 12).
Berprasangka Baik Kepada Allah

Berhusnudzonlah kepada Allah, yakinlah bahwa dibalik ujian dan musibah yang menimpamu ada kebaikan dan hikmah. Justru jika ujian tersebut tidak datang dan jika musibah tersebut tidak menimpamu maka akan lebih buruk kondisimu. Allah berfirman yang artinya :
"Dan boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kalian" (QS Al-Baqoroh : 216)"
Musibah Ujian Mendatangkan Kebaikan

Bahkan bisa jadi musibah atau ujian yang kita benci tersebut bahkan mendatangkan banyak kebaikan. Allah berfirman yang artinya :
"Maka mungkin kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS An-Nisaa : 19)
Ujian Akan Selalu Datang Kepada Kita
Ingatlah bahwasanya tidak ada istirahat total…kegembiraaan total…kecuali di akhirat kerak. Selama anda masih hidup di dunia maka siap-siaplah dengan ujian yang menghadang.

Bersabarlah…tegarlah…demi meraih ketentaraman dan kebahagiaan abadi kelak di surga. Ada orang awam yang berkata, “Kalau mau hidup di dunia harus siap diuji, kalau tidak mau diuji ya…jangan hidup di dunia !!!”

Melatih Bersyukur Kepada Allah
Hal ini seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT yang artinya :
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim [14]: 7).
Kejadian bencana bisa dimaknai 3 hal yaitu
  1. Sebagai siksa, jika itu menimpa orang-orang yang tidak beriman.
  2. Sebagai peringatan, jika menimpa orang-orang yang beriman tapi melakukan banyak Dosa Dan Maksiat.
  3. Sebagai sarana mengangkat derajat, yaitu bagi orang yang beriman, hamba-hamba Allah SWT.
Musibah dan anugerah, gagal dan berhasil dalam kehidupan adalah sebagai bumbu pemanis dalam mengarungi bahtera kehidupan, tujuan akhir kita adalah kembali kepada Allah atau Tuhan kita dalam keadaan yang diridhai, dan kebahagian yang tiada akhir.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel