Sejarah Perayaan April Mop

April Mop dan sejarah munculnya kebiasaan tradisi perayaan pada tanggal 1 April. Di luar negeri dikenal dengan istilah April Fools Day.

Setiap tanggal 1 April maka sebagian orang menyebut hari itu dengan perayaan April Mop. April Mop sendiri adalah suatu hari yang diperbolehkan melakukan kebohongan, kesaksian palsu atau lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah.

April Mop atau April Fools’ Day ditandai dengan aksi tipu-menipu dan candaan terhadap orang lain dengan tujuan mempermalukan mereka yang mudah ditipu.

Sejarah Perayaan April Mop

Versi Sejarah April Mop


Dikutip dari berbagai sumber, ada banyak versi tentang sejarah terciptanya April Mop. Menurut bangsa Roma dan penganut Hindu, mereka merayakan Tahun Baru di sekitar tanggal 1 April. Tanggal 1 ini dipilih karena dianggap sebagai cara yang pas untuk memulai tahun baru.

Tanggal ini adalah tanggal yang paling dekat dengan vernal equinox. Vernal equinox adalah waktu di saat seluruh bumi diperbaharui dengan datangnya musim semi.

Di abad pertengahan, banyak bangsa Eropa yang merayakan Tahun Baru pada tanggal 25 Maret. Tanggal ini dirayakan sebagai Pesta Kabar Sukacita, permulaan tahun baru.

Namun di tahun 1582, Paus Gregorius XIII membuat penanggalan baru untuk menggantikan kalender Julius. Kalender sang Paus dikenal sebagai kalender Gregorian. Dalam kalender Gregorian, Tahun Baru ini dirayakan pada tanggal 1 Januari.

Perancis akhirnya mulai mengadopsi tanggal ini sebagai waktu merayakan Tahun Baru. Namun ternyata tak semua orang bisa menerima perubahan ini, dan ada juga yang tak mau tahu. Mereka tetap saja merayakan Tahun Baru pada tanggal 1 April.

Sementara orang lainnya yang tahu kalau 1 April bukanlah Tahun Baru mulai mengolok-olok hal ini sebagai hal yang bodoh. Tak hanya itu, mereka juga mencoba mengelabui orang-orang tradisional ini agar percaya dengan yang mereka katakan. Akhirnya, praktik ini menyebar sampai ke seluruh Eropa seperti dilansir dari cnnindonesia.com.

April Mop Versi Spanyol Joseph Boskin

Seorang profesor sejarah di Universitas Boston bernama Joseph Boskin mengatakan bahwa April Mop dimulai pada masa pemerintahan Constantine.

Constantine yang humoris memperbolehkan badut istana bernama Kugel untuk menjadi raja selama satu hari. Selanjutnya, badut tersebut mendeklarasikan tanggal 1 April sebagai day of absurdity atau hari yang tidak masuk akal yang kemudian menjadi acara tahunan.

The Associated Press (AP) menerbitkan cerita ini. Butuh berapa minggu untuk menyadari bahwa cerita tersebut adalah palsu dan bagian dari April Mop. Boskin mengarang cerita tersebut

April Mop Versi Perang Salib

Versi ini menjabarkan bahwa perayaan April Mop adalah hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Tak segan-segan, tentara salib merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan meski berniat hanya iseng.

Di masa itu, tentara salib menipu umat muslim Spanyol yang kalah perang. Mereka mengatakan bahwa warga Spanyol akan dibebaskan dan dibawa keluar dengan menggunakan kapal. Tetapi itu semua hanyalah bohong belaka.

Ini merupakan cara tentara salib untuk menipu masyarakat Spanyol. Kala muslim Spanyol masuk ke dalam kapal, mereka justru dibunuh oleh tentara Salib. Peristiwa keji itu terjadi pada tanggal 1 April.

Versi Sejarah April Mop

April Mop Pembantaian Muslim Spanyol pada 1 April


Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau "The April Fool's Day" berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H.

Berikut ini adalah Pengertian April Mop Sejarahnya Menurut Pandangan Islam

Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis.

Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, tapi mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami.

Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata "tidak" untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu, berlangsung hampir enam abad lamanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel