Harga Premium Turun Rp 6600 Per Liter

Harga BBM jenis Premium bensin turun 6 600 per liter solar turun menjadi 6400 per liter mulai 19 Januari 2015 setelah sebelumnya Presiden Jokowi memberikan sinyal bahwasannya pemerintah dan pertamina akan menurunkan harga BBM sampai dengan kisaran Rp 6.400 – Rp 6.500 per liter. Penurunan ini dilakukan karena terus menurunnya harga minyak dunia.

Hal ini seperti informasi resmi yang dirilis di website setkab.go.id dengan judul pemberitaan Presiden Jokowi Beri Sinyal Harga Premium Akan Turun Jadi Rp 6.500 di bulan februari 2015 ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal kemungkinan pemerintah menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, yang sudah diturunkan menjadi Rp 7.600 Per Satu Januari 2015 lalu akan diturunkan kembali ke kisaran Rp 6.400 – Rp 6.500 per liter.

Harga Premium Turun Rp 6500 Per Liter

Meski demikian, Presiden Jokowi belum bisa memastikan kapan pemerintah akan mengumumkan penurunan harga BBM itu. “Penurunannya bisa besok, bisa minggu depan. Tunggu saja masih dalam penghitungan,” ujarnya.

Presiden menegaskan, yang ia kejar sekarang adalah bagaimana agar harga sembako juga turun sehingga dapat menekan inflasi di bawah 5 persen.

Jokowi mengaku, ia mendatangi para pemilik usaha kebutuhan pokok setiap dua minggu sekali. Oleh karena itu, Presiden mengingatkan para pelaku usaha juga turut menekan inflasi.

"Di sini juga ada pemilik-pemilik logistik atau distributor besar, sembako agar harga-harga juga ikut turun apalagi yang hobinya menampung stok. Karena saat ini inflasi akan kita tekan ke bawah 5 persen,” kata Jokowi.

Harga Bensin Solar Turun Tahun 2015


Penurunan harga BBM Premium Bensin Dan Solar turun dan diumumkan tiap 2 minggu di tahun 2015 akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah dan pertamina.

Pengumuman harga baru bensin dan solar itu dilakukan langsung oleh presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi pers di Istana Negara yang disiarkan oleh sejumlah stasiun TV secara langsung dan dikutip TribunNews, Jumat (16/01/2015).

Mengingat bahwa terus merosotnya harga minyak dunia membuat perhitungan harga keekonomian BBM jenis premium dan solar berubah.

Turunnya harga premium bulan Februari 2015 bahkan dikatakan oleh PT Pertamina (Persero) memperkirakan harga premium pada 1 Februari 2015 bakal turun hingga di bawah Rp 7.000 per liter.

Sejak 1 Januari 2015, pemerintah mengubah kebijakan subsidi. BBM jenis premium dijual sesuai dengan harga keekonomian Rp 7.600 per liter. Solar yang harga keekonomiannya Rp 8.250 per liter disubsidi Rp 1.000 per liter sehingga dijual ke masyarakat Rp 7.250 per liter.

Sebelumnya juga Pemerintah menaikkan harga BBM Tahun 2014 yang lalu. Harga Bensin Jadi Rp 8.500, Solar Rp 7.500 per Liter adalah merupakan pengumuman resmi dari pemerintah tentang besaran kenaikan harga BBM bersubsidi di tahun 2014 ini.

Meski demikian menurut Menteri ESDM, Sudirman Said, harga yang disebutkan oleh Presiden Jokowi baru harga dasar. "Kemungkinan kalau itu (Rp 6.400-6.500/liter) merupakan harga dasar, bisa mendekati harga yang disebut Pak Jokowi tadi," kata Sudirman Said, Menteri ESDM, kala dijumpai di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis.

Menurut Sudirman, harga tersebut khusus untuk premium, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), ditambah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), ditambah margin usaha. Sementara Solar, formulanya adalah harga dasar ditambah PPN, ditambah PBBKB, dikurangi subsidi Rp 1.000/liter.

Ia belum bisa mengatakan berapa harga baru BBM bensin bulan februari 2015 yang akan diumumkan oleh pemerintah dan besok, Jumat (16/01/2015) baru akan dievaluasi lagi.

Harga Baru BBM Bensin 2015


Menteri EDSM Sudirman Said di kantornya kemarin mengatakan, kondisi saat ini tidak relevan kalau review harga baru bahan bakar minyak (BBM) dilakukan pada akhir bulan. Apalagi, ada kecenderungan harga minyak dunia yang terus turun. Seperti informasi yang dirilis jpnn.com.

Menurut Sudirman, pemerintah harus fair dengan komitmennya untuk menghapus subsidi BBM. Termasuk, untuk merevisi Permen ESDM 39/2014 yang menetapkan perubahan harga BBM.

Harga Bensin Solar Turun Tahun 2015

"Mungkin, dalam satu dua hari ini, kita akan mereview harga BBM karena situasinya (minyak dunia) turun terus," katanya.

Permen itu menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan harga BBM pada 1 Januari lalu. Seperti diberitakan, saat itu pemerintah menetapkan harga Premium yang terbagi dalam BBM penugasan dan umum tanpa subsidi Rp 7.600. Lantas, ada mekanisme pemberian subsidi Rp 1.000 untuk solar.

Bukan tidak mungkin, revisi Permen ESDM juga membuat penetapan harga BBM yang sebelumnya sebulan sekali menjadi tiap dua minggu. Dia menegaskan pemerintah harus merespon tiap perubahan harga minyak meski di luar perkiraan. "Kalau harganya, pasti turun," ucapnya.

Soal berapa besaran turunnya harga Premium, sampai saat ini belum ada informasi pasti. Angka yang ada masih berupa hitungan pribadi. Termasuk, versi Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Ahmad Bambang yang menyebut range penurunan berkisar Rp 600 sampai Rp 1.000.

"Harga barunya sekitar Rp 6.000 an per liter," katanya. Sedangkan soal kesiapan PT Pertamina menjalankan harga baru saat diumumkan nanti, Ahmad Bambang menyebut tidak ada masalah. Pihaknya sudah biasa menerapkan sistem naik turun harga melalui Pertamax.

Terpisah, Dewan Energi Nasional (DEN) meminta turunnya harga minyak dunia tidak hanya disikapi dengan penurunan BBM. Sonny Keraf, anggota DEN dari kepentingan lingkungan hidup berharap pemerintah bisa segera membangun cadangan energi yang bisa dihandalkan. Utamanya, untuk cadangan penyangga.

"Harga minyak sudah murah sekarang. Kita beli, lalu distok dengan berbagai cara dan suatu saat bisa langsung dimanfaatkan," ujarnya. Memang, Indonesia saat ini tidak punya cadangan penyangga. Yang ada, hanya cadangan nasional di Pertamina untuk memastikan stok BBM aman dalam 18 harian.

Pencabutan subsidi memang disambut baik oleh DEN. Tetapi, mereka berharap agar pengalihan uang subsidi tetap dialokasikan untuk bidang energi. Namun, dialokasikan untuk proyek energy baru dan terbarukan termasuk penggunaan bahan bakar nabati (BBN) yang memang lebih mahal.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel