Pengamanan Pemilu Pemilihan Presiden 2014

TNI telah siap dalam rangka mengamankan jalannya pesta demokrasi pilpres pada tanggal 9 Juli tahun 2014 yang tinggal menghitung hari ini. Hal ini dikemukakan oleh Jenderal Moeldoko selaku Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) seperti informasi yang diperoleh di dalam laman website www.setkab.go.id belum lama ini.

Pelaksanaan di dalam hal terkait dengan telah selesainya pengamanan Pemilu Legislatif 2014 bulan April kemarin telah berjalan dengan baik, namun TNI akan melakukan langkah-langkah yang lebih baik didasarkan pada evaluasi kelemahan pada pengamanan Pileg yang telah berlalu.

Mengingat pula bahwa Situasi Keamanan Politik Ekonomi Menjelang Pemilu 2014 bisa tiap saat berubah secara dratis tentunya hal ini akan selalu diantisipasi oleh keseluruhan personel keamanan seperti halnya pengamanan pemilu 2014 oleh TNI POLRI pula.

Pengamanan Pemilu Pemilihan Presiden 2014

Untuk mengukur kesiapan pasukan TNI, Jenderal Moeldoko melakukan inspeksi mendadak ke Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (2/5) pagi.

Kedatangan Meoldoko disambut Komandan Jenderal Kopassus (Danjen) Mayjen TNI Agus Sutomo yang sedang berolahraga. Moeldoko kemudian juga disambut serunai, yang mengumpulkan seluruh prajurit di lapangan.

Panglima TNi Jenderal Moeldoko menambahkan, inspeksi mendadak ini sebagai alat ukurkesiapan prajurit. Hingga menjelang Pilpres 9 Juli 2014, dia akan melakukan sidak serupa terhadap kesiapan pasukan di kesatuan-kesatuan lainnya.

Kopasus, Kostrad, dan Marinir, kata Moeldoko, merupakan lapisan ketiga atau lapir terakhir yang akan dikerahkan dalam menghadapi situasi tidak menentu.

"Ini sebagai ukuran bagi saya, untuk memberi keyakinan kepada panglima. Kalao pada lapis terakhir ini memiliki kesiap-siagaan tinggi saya yakin pasukan saya pada lapisan pertama pasti lebih tinggi lagi kesiap-siagaannya. Pasukan dikotama-kotama di kodam-kodam memiliki kesiap-siagaan lebih tinggi lagi," kata Moeldoko.

Jenderal Moeldoko menilai, pengamanan Pilleg dan Pilpres jauh berbeda. Masing-masing kandidat capres memiliki pengaruh yang spesifik, sehingga kemungkinan-kemungkinan terjadi gesekan ada," katanya.

"Kalau Pemilihan Legislatif kemarin lebih cair, sekarang Pemilihan Presiden sudah jelas siapa dengan siapa sehingga tingkat kerawanannya lebih tinggi. Untuk itu diperlukan kesiapan pasukan yang lebih baik lagi. Kita tidak ingin ada situasi yang terabaikan," kata Jenderal Moeldoko.

TN, kata Moeldoko,I berjanji tetap akan memfokuskan diri terhadap stabilitas nasional dari gangguan ataupun ancaman menjelang pelaksanaan Pilpres 2014.

Prinsip TNI akan mengawal stabilitas nasional dari ancaman apapun. Tekad TNI tetap akan profesional,” tegas Panglima TNI Moeldoko.

Meoldoko menegaskan netralitas TNI tidak perlu disangsikan lagi dalam pilpres nanti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel