Mengenal Tanda Gejala Virus Mers-Cov

Penyebab Virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) adalah merupakan jenis virus korona. Dan penyakit ini adalah merupakan salah satu jenis penyakit pernafasan yang berat bila telah terjangkit dan tertular dari orang ke orang. Dan bila tidak segera mendapatkan pengobatan dan perawatan medis akan bisa menyebabkan kematian.

MERS COV atau Middle East Respiratory Syndrome yang disebabkan oleh Virus corona adalah penyakit pernafasan parah yang awalnya ditemukan di Timur Tengah seperti Yordania, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Negara jazirah arab ini yang pada awal kasus ditemukannya penyakit ini.

Penyakit MERS COV ini sendiri merupakan penyakit yang biasa ditemukan pada hewan yang kemudian ditemukan pula menginfeksi manusia melalui perantaraan hewan. Bahkan saat ini, penyebaran virus cara penularan mers cov sangat mudah menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang yang sehat.

Apa Itu MERS-Cov

MERS-COV adalah keluarga dari coronavirus. Virus korona pada manusia pertama kali diklasifikasikan pada pertengahan 1960. MERS-COV pertama kali dilaporkan pada tahun 2012 di Arab Saudi. Subkelompok coronavirus yang disebut sebagai alpha, beta, gamma dan delta. Saat ini ada enam coronaviruses yang dapat mempengaruhi manusia termasuk diantaranya adalah :
Coronaviruses Alpha
  • Coronavirus 229E Manusia
  • Coronavirus NL63 Manusia (HCoV-NL63, New Haven coronavirus).
Coronaviruses Beta
  • Coronavirus OC43 Manusia
  • Coronavirus HKU1 Manusia
  • SARS-COV
  • Pernapasan Timur Tengah sindrom coronavirus (MERS-COV).
Tanda Gejala dan Penyebab Virus Mers-Cov

Gejala Manifestasi Klinis Korona Virus Mers Cov

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengenali akan tanda-tanda mers-cov menyerang seseorang. Berikut adalah infromasi yang diperoleh dari website kesehatan.kompasiana.com yaitu antara lain tanda gejala nya adalah :

Demam Batuk
Beberapa gejala yang diakibatkan oleh koronavirus MERS adalah demam, batuk, napas yang pendek-pendek, serta munculnya pneumonia dalam beberapa kasus. MERS merupakan salah satu bentuk koronavirus yang masih misterius. Hingga saat ini peneliti masih mencari tahu bagaimana koronavirus baru ini bisa menginfeksi manusia.

Gangguan Pernafasan Berat
Sebagian besar orang yang terinfeksi MERS-Cov berkembang menjadi penyakit saluran pernapasan berat dengan gejala gejala demam, batuk, dan napas pendek. Sekitar separuh dari jumlah penderita meninggal. Sebagian dari penderita dilaporkan menderita penyakit saluran pernapasan tingkat sedang.

Tanda Gejala Virus Korona Mers-Cov

Awal Mula Gejala Mirip Flu
Mula-mula gejalanya mirip seperti flu dan bisa mencakup: demam, myalgia, lethargy, gejala gastrointestinal, batuk, radang tenggorokan dan gejala non-spesifik lainnya. Satu-satunya gejala yang sering dialami seluruh pasien adalah demam di atas 38 °C (100.4 °F).

Sesak napas bisa terjadi kemudian.Gejala tersebut biasanya muncul 2–10 hari setelah terekspos, tetapi sampai 13 hari juga pernah dilaporkan terjadi. Pada kebanyakan kasus gejala biasanya muncul antara 2–3 hari. Sekitar 10–20% kasus membutuhkan ventilasi mekanis.

Tanda Fisik
Awalnya tanda fisik tidak begitu kelihatan dan mungkin tidak ada. Beberapa pasien akan mengalami tachypnea (nafas cepat) dan crackle pada auscultation. Kemudian, tachypnea dan lethargy kelihatan jelas.

Pencegahan Penularan Mers

Tindakan pencegahan dan langkah-langkah mencegah terjadinya penularan virus mers ini yang sampai saat ini belum ada obat atau vaksin untuk penyakit yang satu ini maka pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan RI menyarankan untuk orang yang berhaji dan umrah ke tanah suci mekkah untuk berhati-hati dengan hal ini.

Tips Kiat Sehat Cegah Mers-Cov

Berikut tips kiat mencegah virus mers cov yang informasinya diperoleh dari website kemnetrian kesehatan di www.depkes.go.id antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dengan makan bergizi, istirahat cukup, dan lain-lain.
  2. Rajin dan sering mencuci tangan pakai sabuh (CTPS).
  3. Sedapat mungkin gunakan masker bila sedang dalam kerumunan orang dan juga jika batuk.
  4. Bagi calon jamaah yang mempunyai penyakit kronik (diabetes melitus, penyakit jantung paru kronik, gangguan ginjal atau penyakit kronik lain) perlu cek ke dokter sebelum pergi dan gunakan obat rutinnya secara teratur.
  5. Bila selama di Arab ada keluhan batuk, demam dan sesak yang cepat memburuk (dalam 1-2 hari), segera konsultasi ke petugas kesehatan.
  6. Bila dalam kurun waktu 14 hari sampai di tanah air mengalami keluhan batuk, demam, sesak napas yang cepat (dalam 1-2 hari) memburuk, maka segera konsultasi pada petugas kesehatan, dengan beritahu petugas kesehatan bahwa baru kembali dari Arab.
  7. Karena situasi penyakit MERS CoV ini mungkin saja berubah dari hari ke hari, maka bila memang memiliki rencana Umroh atau bepergian ke jazirah Arab agar selalu mengikuti berita akurat mutakhir tentang perkembangan MERS CoV ini.
Situs Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengabarkan, sampai dengan tanggal 26 April 2014 terdapat 261 kasus konfirmasi dengan 93 kematian akibat virus MERS COV. Hingga saat ini sudah 14 negara terjangkit.

WHO juga telah meningkatkan kewaspadaan terhadap MERS COV. Ini dilakukan menyusul adanya peningkatan kasus yang cukup tinggi selama 2 minggu terakhir ini. Khusus di Saudi Arabia dalam 2 pekan terdapat 138 kasus pada tanggal 11-26 April.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel