Yang Menjadi Penyebab Anak Susah Makan

Penyebab anak susah makan dan cara tips atasi susah makan pada anak memang sudah seharusnya diketahui oleh para orang tua. Karena dalam makanan untuk bayi dan anak terdapat banyak gizi nutrisi serta vitamin yang dibutuhkan oleh para anak-anak untuk pertumbuhan dan perkambangan. Karena memang tidak bisa dipungkiri akan manfaat gizi untuk kesehatan dan kecerdasan anak itu mempunyai peranan yang cukup besar dalam hal ini.

Pentingnya asupan gizi dalam makanan untuk pertumbuhan perkembangan dan kecerdasan serta kesehatan anak tidak boleh dianggap sepele. Karena dalam masa bayi balita dan anak maka proses pertumbuhan perkembangan tumbang akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kecerdasan anak di masa depannya. Tentu saja harus juga dibantu dengan proses latihan dan pembelajaran kepada anak-anak.

Berikut adalah ungkapan seorang ahli gizi dr Elvina Karyadi, M.Sc, Ph.D, SpGK berkaitan dengan penyebab sulit makan pada anak balita :"Makan adalah salah satu cara agar anak mendapatkan gizi yang ia butuhkan, jika anak tidak mau makan maka langkah pertama yang harus dilakukan oleh ibu adalah mencari tahu penyebabnya".

Penyebab Anak Susah Makan

Pada umumnya masalah makan anak semacam ini sering kali mulai ditemui pada usia anak dibawah lima tahun. Selain masalah tersebut juga ada pula masalah mengenai konstipasi sembelit pada anak. Banyak hal yang menyebabkan anak menjadi susah makan.

Penyebab Susah Sulit Makan Pada Anak

Beberapa hal yang bisa menjadikan faktor penyebab seorang anak menjadi susah makan antara lain adalah sebagai berikut :
Banyak Makan Snack atau Camilan Yang Mengandung Kalori Menjelang Waktu Makan.
Ketika seorang anak banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalori atau dalam hal ini makanan atau jajanan yang manis-manis sebelum waktunya makan, maka hal ini akan bisa menjadikan perut anak merasa kenyang terlebih dahulu.

Sebelum sang anak akan menyantap makanan yang menjadi hidangan atau menu sehari-harinya. Makanan yang banyak mengandung kalori ini biasanya makanan yang manis-manis seperti : permen, minuman ringan, cokelat, snack ber-MSG.

Bosan Dengan Menu Masakan
Merasa bosan dengan menu sehari-hari yang dirasakan anak seperti itu-itu saja tanpa adanya variasi dalam penyajian menu makanan maka lambat laun hal ini akan bisa menyebabkan anak bosan dan selanjutnya bisa masuk dalam tahapan anak menjadi susah makan. Untuk itu para orang tua khususnya para ibu untuk lebih bisa menyajikan makanan yang bervariasi.

Bila sekarang banyak anak yang cepat merasa bosan dengan menu makanan yang disajikan oleh ibunya. Sehingga hal ini seyogyanya akan mendorong para ibu untuk lebih kreatif dalam membikin menu makanan sehingga tidak menimbulkan datangnya rasa bosan anak terhadap menu makanannya.

Jika penyebabnya adalah karena menu makanan tersebut tidak disukai oleh anak, misalnya sayuran, maka ibu harus menyiasati untuk mengenalkan secara perlahan 'rasa' dari sayuran itu. Ini adalah merupakan salah satu cara tips mengatasi anak yang susah makan bagi para orang tua.

Pengaruh Kebiasaan Orang Tua
Seorang anak yang tumbuh dan berkembang dalam suatu lingkungan keluarga yang malas makan karena diet, akan bisa berpotensial dan menyebabkan serta juga mengembangkan perilaku malas makan juga kepada anaknya.

Perilaku makan yang kurang tepat lainnya yaitu adanya kebiasaan orang tua membelikan jajanan tinggi kalori (permen, minuman ringan, cokelat) untuk menenangkan anak yang rewel. Hal ini bisa berakibat, anak merasa cepat kenyang dan pada akhirnya anak malas makan.

Untuk itu penting juga para orang tua mengenalkan akan Manfaat Dan Tujuan Sarapan Pagi Untuk Kesehatan sebelum anak memulai aktifitas sehari-harinya. Bila anak telah merasa kenyang di pagi hari dengan sarapan pagi makan hal ini akan mengurangi kebiasaan jajan anak.

Minum Susu Yang Banyak
Kebiasaan lainnya yang bisa mengakibatkan anak menjadi sulit makan adalah bila sang anak atau balita sudah minum susu terlalu banyak pada saat menjelang waktunya makan. Dengan berubahnya jaman maka banyak pula keluarga menganggap susu sebagai makanan ataupun minuman istimewa yang bisa menggantikan makanan utama seperti halnya nasi, sayur, dan lauk pauknya.

Orangtua yang berpandangan seperti ini, umumnya akan tidak sabar dalam menghadapi proses makan anak batita yang cenderung lama dan biasanya diselingi dengan bermain. Sebagai gantinya, anak akan diberikan susu yang tentunya memiliki proses lebih cepat karena hanya diminum dan dalam bentuk cairan.

Padahal setelah anak berusia satu tahun, kehadiran susu formula khususnya dalam menu sehari-hari tidaklah wajib. Karena memang suah seharusnya anak dikenalkan dengan MP ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu).

Susu dalam hal ini hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja, sementara kalsium dan fosfor dapat ditemukan dengan mudah pada jenis ikan-ikanan, sayuran, dan buah-buahan yang tentunya akan lebih mudah dicerna.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel