Banjir Jakarta TNI Polri BNPB Relawan Diterjunkan Membantu

Bencana banjir jakarta 2014 telah terjadi beberapa hari ini dan mengakibatkan ribuan warga jakarta untuk mengungsi di tempat dan posko-posko pengungsian yang telah disiapkan oleh Pemerintah. Banjir yang menerjang Jakarta terus meluas, hingga pukul 14.00 Sabtu ini, 18 Januari 2014, banjir sudah mengepung 48 kelurahan. Jumlah itu bertambah 15 kelurahan dari sebelumnya hanya 33 kelurahan pada pukul 6.00.

Penyebab banjir jakarta memang salah satunya adalah karena adanya perubahan cuaca ekstrim yang terjadi bukan hanya di Indonesia saja. Karena lewat pemberitaan di televisi negara-negara di dunia lainnya juga mengalami akan bencana banjir ini. Dan memang diakui juga bahwasannya banjir yang mengepung ibu kota negara Jakarta di tahun ini tingkat ketinggian dan juga daerah yang terserang tertimpa banjir juga semakin meluas dibandingkan banjir-banjir sebelumnya.

Banjir Jakarta Tahun 2014

Presiden SBY juga menginstruksikan kepada Kepala BNPB untuk membantu penuh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo agar bisa menangani banjir ini dengan baik, cepat dan tepat. Selain Kepala BNPB, menurut Presiden, ia juga telah menginstruksikan kepada Kapolri Jendral untuk meniningkatkan keamanan masyarakat dan daerah yg terkena banjir, terutama rumah para pengungsi.

Adapun kepada Panglima TNI Jendral Moeldoko, Presiden SBY juga telah menginstruksikan untuk mengerahkan personel dan truk-truk militer untuk membantu masyarakat di daerah banjir. "Perhatian pemerintah diutamakan bagi kaum pengungsi banjir, terutama mereka yang sakit, anak-anak dan golongan lanjut usia,” kata Kepala Negara. (www.setkab.go.id).

Jakarta Siaga Banjir

Pemda DKI menyampaikan apresiasi atas perhatian dari pemerintah pusat yang banyak memberikan bantuan dalam penanganan banjir. BNPB mengoordinasi potensi nasional mendampingi Pemda DKI dengan strategi menempatkan titik-titik kuat di daerah banjir. Kebutuhan pengungsi banjir jakarta MCK, selimut, air bersih, perahu karet dan tenda serta makanan pula.

Di Jakarta Timur, katanya, para pengungsi ditampung di beberapa posko. Namun banyak warga telantar karena kapasitas tampung yang minim. Warga pun merangsek ke emperan rumah toko maupun pinggir jalan raya untuk sekadar berlindung dari hujan.

Kelurahan yang paling parah di Jakarta Timur adalah Cililitan yang tinggi airnya mencapai 2,5 meter; di Jakarta Selatan ada di Kelurahan Pegadegan mencapai dua meter. Jakarta Pusat ada di Karet Tengsing setinggi satu meter. Jakarta Barat ada di Kedauang Kali Angke setinggi 1,5 meter, dan Jakarta Utara ada di Kapuk Muara setinggi 1,3 meter. Kampung Pulo dan Cawang sekarang sudah turun menjadi 1,5 meter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Jakarta awas banjir, mengingat tinggi muka air Sungai Ciliwung di Pintu Air Manggarai pada posisi 950 cm atau Siaga I.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun Twitternya Sabtu (18/1) menyebutkan pada pukul 00.15 WIB, muka air Sungai Ciliwung di Pintu Air Manggarai berada pada posisi 950 cm.

Sutopo Purwo Nugroho menambahkan bahwa pada Siaga I komando di lapangan, termasuk membuka atau menutup pintu air serta akan dikemanakan arah air dilakukan oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU.

"Tinggi air di Karet posisi 620 cm (Siaga I) karena lebih dari 600 cm sebagai batas tingkat Siaga I. Saat ini untuk Sungai Ciliwung, komando masih di bawah Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Kementerian PU," kata Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo Purwo Nugroho mengimbau warga agar waspada khususnya sepanjang aliran Kanal Banjir Barat dan Ciliwung Kecil antara lain daerah Kartini, Pasar Paru, Pegangsaan, Kwitang, Gunung Sahari, Karet, Grogol, Roxy, Jelambar, dan sekitarnya.

BNPB mencatat pengungsi di Kelurahan Bidara Cina 761 jiwa (208 KK), sedangkan di Kelurahan Kampung Melayu 478 jiwa (77 KK).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel