Air Susu Ibu Tidak Keluar

Penyebab ASI ibu menyusui tidak keluar ada beberapa hal yang bisa menimbulkan akan hal tersebut. Sesungguhnya manfaat kandungan di dalam ASI adalah sangat banyak untuk kesehatan pertumbuhan perkembangan bayi.

Karena memang makanan terbaik untuk sang bayi di saat-saat tersebut adalah ASI (Air Susu Ibu). Karena itu para ibu hamil jangan sampai meremehkan mengabaikan akan manfaat pemberian ASI Eksklusif bagi kesehatan bayi dan anak.

Hanya saja tidak jarang juga ditemukan dalam masyarakat kita akan masalah hal-hal seputar pemberian ASI ini, apakah itu produksi asi sedikit, Air susu ibu tidak lancar keluar, atau dalam masalah bayi sendiri seperti halnya bayi sulit menghisap ASI, masalah bayi bingung puting untuk menyusui dan lain sebagainya.

Selain itu juga ada masalah yang berhubungan dengan Tanda bayi alergi susu sapi yang masalah ini juga ada beberapa kasus terjadi juga.

Penyebab ASI Tidak Keluar


Secara umum ada 2 hal yang bisa menyebabkan produksi asi sedikit atau tidak lancar bahkan malahan bisa terjadi juga ASI tidak keluar. Padahal secara normal seorang ibu yang melahirkan akan bisa menyusui bayinya. Hanya ada beberapa keadaan yang bisa menyebabkan produksi ASI sedikit.

Penyebab ASI Tidak Keluar

Dua hal tersebut adalah karena faktor fisik ibu sendiri maupun faktor psikologi ibu menyusui.
Faktor fisik kesehatan ibu menyusui yang bisa menyebabkan asi keluar sedikit bahkan tidak berproduksi antara lain :
  • Kadar Asupan Gizi Nutrisi Ibu Hamil. Faktor pemenuhan akan gizi ibu hamil seharusnya diperhatikan dengan baik oleh para calon ibu dan hal ini dimulai ketika masa kehamilan dimulai. Karena dengan pemenuhan akan gizi nutrisi ketika hamil terpenuhi dengan baik maka sang ibu tidak akan mengalami kesulitan dalam memberikan air susu ibu.
  • Kesehatan Ibu Menyusui. Gizi dan kesehatan adalah merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam hal manfaat keutamaan menyusui ini. Karena dua hal pokok tersebut adalah bagian dari kondisi fisik seorang ibu menyusui yang harus terpenuhi agar kelancaran memberikan air susu ibu bisa berjalan dengan baik dan sang bayi mendapatkan nutrisi gizi yang aik dari ASI itu sendiri. Faktor kesehatan ibu juga memegang peranan penting dalam menunjang produksi ASI yang cukup, termasuk dalam hal ini adalah faktor hormonal dan istirahat yang cukup.
Faktor Psikologis ibu yang menyusui juga penting dalam hal menunjang keberhasilan menyusui bayinya apalagi dengan pentingnya manfaat tujuan pemberian ASI eksklusif bagi kesehatan bayi itu sendiri. Faktor Mental Psikologis yang berpengaruh antara lain adalah :
  • Rasa Nyaman Untuk Memberikan ASI nya kepada Bayinya. Memang hal ini mememgang peranan penting karena rasa nyaman seorang ibu yang dalam masa menyusui akan mempengaruhi pengeluaran hormon oksitoksin. Seperti perasaan takut, gelisah, marah, sedih, cemas, kesal, malu atau nyeri hebat akan mempengaruhi refleks oksitoksin yang akhirnya menekan pengeluaran ASI. Sebaliknya perasaan ibu yang bahagia, senang, bangga, memeluk dan mencium bayinya dapat meningkatkan pengeluaran ASI.
  • Perasaan Senang Dan Yakin Bisa Menyusui. Bila dalam masa kehamilan sang ibu hamil sudah bisa menanamkan sugesti positif bahwa begitu banyak manfaat dari menyusui bagi kesehatan ibu menyusui itu sendiri dan juga terutama bagi kesehatan sang bayinya. Maka keyakinan bahwa dirinya bisa menyusui dan juga susunya bisa berproduksi dengan baik akan membantu sekali dalam keberhasilan menyusui nantinya bisa sang bayi lahir.
Ada sebuah penelitian dari Norwegia yang bisa membantu dalam menjawab pertanyaan mengenai kenapa ada ibu yang susah mengeluarkan air susu untuk bayinya.

Peneliti dari Norwegia menuturkan kesulitan untuk menyusui bayi disebabkan oleh tingginya kadar hormon testosteron selama hamil.

Hal ini disimpulkan setelah meninjau berbagai bukti yang ada serta melibatkan 180 ibu hamil. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Norwegian University of Science and Technology.

Setelah mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti usia, pendidikan dan merokok, didapatkan ibu yang memiliki kadar hormon testosteron tinggi selama hamil memiliki kesulitan dalam menyusui bayinya.

Peneliti mengungkapkan hormon testosteron yang ada di dalam tubuh bisa mempengaruhi perkembangan jaringan kelenjar di payudara. Sehingga hal ini mempengaruhi kesuksesan seorang ibu untuk menyusui bayinya.

Satu hal yang tidak kalah penting dalam hal ini adalah faktor dukungan dari sekitar dan orang yang terdekat, yaitu suami dan anggota keluarga lainnya. Dukungan suami maupun keluarga lain dalam rumah akan sangat membantu berhasilnya seorang ibu untuk menyusui.

Begitu pula dukungan dari lingkungan pekerjaan tempat bekerja sang ibu bila sang ibu tersebut bekerja misalnya dengan tersedianya ruangan khusus untuk memerah ASI, lemari es untuk menyimpan ASI perah dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel