Pelaksanaan Penyelenggaraan Haji 2013

Evaluasi penilaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2013 ini dinilai cukup baik oleh Pemerintah Indonesia. Baik itu dalam hal pelayanan kesehatan haji 2013 maupun hal-hal lain yang terkait dengannya. Walaupun memang dalam tahun 2013-2014 ini ada pengurangan kuota haji 20% olah karena adanya proyek renovasi masjidil haram di Mekkah Arab Saudi.

Hal ini dikemukakan oleh Menteri Agama RI Suryadharma Ali menemui Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi Bandar bin Mohammed Al-Hajjar di Kantor Menteri Haji, Jeddah, Sabtu (19/10) seperti dikuti dari laman website www.setkab.go.id yang mana dalam pertemuan tersebut Menag atas nama Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY ) dan jamaah haji Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Raja Abdullah bin Abdul Aziz as-Su’ud yang telah melaksanakan rangkaian ibadah haji pada tahun 2013 dengan sangat baik.

“Pertemuan dengan Menteri Haji untuk menyampaikan rasa syukur kepada Allah Swt. sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Raja Abdulah bin Abdul Aziz as-Suud dan Menteri Haji Arab saudi beserta seluruh jajaran yang telah malaksanakan haji pada 2013 dengan sangat baik,” kata Menag dalam jumpa pers di Jeddah, Sabtu (19/10) sore.

Anggota Komisi VIII DPR, Igrid Kansil menilai pelayanan kesehatan untuk jemaah haji asal Indonesia lebih baik dari tahun sebelumnya.
"Kalau dilihat tahun ini pelaksanaan pelayanan kesehatan haji jauh lebih optimal," kata Inggrid saat dihubungi wartawan, Senin (14/10/2013).

Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 2013

Pelayanan kesehatan bagi jemaah haji dinilai lebih baik karena terlihat dari pusat pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh keseluruhan tenaga kesehatan yang masuk dalam bagian Tenaga kesehatan Haji TKHI PPIH tahun 2013 yang dianggap lebih maksimal dengan adanya tambahan petugas kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Peningkatan pelayanan dalam menunaikan ibadah haji oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi di tahun 2013 ini antara lain adalah sebagai berikut :
  • Kepuasan atas kesuksesan proses perjalanan jamaah saat puncak penyelenggaraan haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina). Menurut Menag, pergerakan jamaah haji dari Makkah ke Arafah, Arafah ke Muzdalifah, serta dari Muzdalifah ke Masjidil Haram dan Muzdalifah ke Mina, semuanya berjalan sukses. “Jamaah Indonesia sangat mensyukuri hal itu,” terang Menag.
  • Pelayanan Transportasi. Menurutnya, jamaah haji Indonesia puas atas peningkatan kualitas pelayanan transportasi yang meningkat. Jamaah haji Indonesia juga merasa senang karena pelayanan konsumsi yang dilakukan oleh muassasah maupun muata’ahhidin selama di Madinah, Arafah, dan Mina sangat baik. “Apalagi pada tahun ini alhamdulillah tidak ada satu kasus pun yang menyebabkan jamaah haji kita keracunan makanan,” tutur Menag.
  • Peningkatan Fasilitas Toilet. Diakui Menag bahwa toilet bertambah banyak di Arafah dan Mina. “Sekarang toilet dibangun bertingkat. Walaupun belum seluruhnya dibangun, akan tetapi tambahan toilet yang ada betul-betul sangat membantu kelancaran bagi jamaah haji yang mempergunakan toilet-toilet di Arafah dan Mina,” ujarnya.
  • Peningkatan Kelancaran pelaksanaan tawaf di Masjidil Haram. hal ini juga menjadi catatan kepuasan tersendiri yang disampaikan Menag kepada Menteri Haji. Tawaf yang awanya diperkirakan akan sangat krusial, padat, berdesak-desakan dan dikhawatirkan bisa menimbulkan korban akibat terlalu padatnya jamaah haji, pada saatnya bisa berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. “Pada pelaksanaan tawaf tahun ini, lantai 2 dan 3 Masjidil Haram yang direnovasi, alhamdulillah bisa tersambung. Ada juga jalur khusus bagi jamaah lansia dan pengguna kursi roda sehingga tawaf di Masjidil Haram berjalan dengan sangat lancar,” jelas Menag.
Kepada Menteri Haji, Menag juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja petugas keamaan Arab Saudi dalam mengatur lalu lintas di Arafah, Mina, dan kawasan Masjidil Haram sehingga jamaah bisa menjalankan ibadah dengan baik dan nyaman.

“Atas nama Presiden SBY dan atas nama jamaah haji Indonesia, kami mengucapkan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada raja Abdullah bin Abdul Aziz as-Su’ud dan kepada Menteri Haji Bandar Al-Hajjar selaku tuan rumah yang sukses dan baik dalam pelaksanaan haji 2013 ini,” tutur Menag. Dan semoga pula jamaah haji Indonesia mendapatkan pahala haji mabrur aamiin
(Humas Kemenag/ES)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel